Lirik Lagu Jambi, Audio Mixing, Sound System

Penyanyi dan Pencipta Lagu Daerah Jambi Era 90 an

Nama Artis Daerah Jambi Era 90-an

Berikut nama penyanyi dan pencipta lagu daerah Jambi yang dapat dihimpun sahabatmusical.net dari berbagai sumber yang sangat terkenal, fenomal dan tembang lagunya, diantaranya adalah:

1. Adli Hutman

Beliau lahir dan dibesarkan di Kerinci Propinsi Jambi, penyanyi dan juga pencipta lagu tembang-tembang daerah yang sampai saat ini karnyanya masih dinyanyikan diberbagai pentas seni maupun masyarakat umum, diantaranya lagu yang berjudul “Putri Raden”.

2. Nurdi Abdullah

Dilahirkan dan dibesarkan di Sungai Manau Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, pada era 1995 artis daerah yang dikenal dengan suara khas yang sangat merdu beserta mendayu-dayu ini fenomenal dikalangan pencinta tembang-tembang daerah Jambi. Lagu beliau yang sampai saat ini masih dikenal adalah “balik lah abang ku balik” sebelum wafat, beliau sempat mengeluarkan album terbaru dengan judul lagu “Ditinggal Bapak”.

3. Agus Salim

“Iyo kato hati, iyo pulo kato kami” dan “katakok-kateki” lagu yang tidak pernah pudar dikalangan penggemar musik daerah Jambi, lagu tersebut dinyanyikan oleh Agus Salim artis yang sangat terkenal berasal dari kabupaten Kerinci propinsi Jambi.

4. Ajis Sutan Sati

Tembang klasik pantun melayu Jambi “Batang Hari” lagu ini merupakan salah satu lagu serapan yang ikonik daerah Jambi. Beliau adalah pencipta lagu “Batanghari” yang menceritakan tentang kisah cinta tak berbalas di sepanjang aliran sungai batanghari yang tenang dan mengangkat kisah gadis jambi yang tidak bisa tergantikan jika sudah dikenang.

5. Ridwan SN dan Yurda S

Duo artis daerah yang berasal dari Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin Propinsi ini memiliki suara khas dan nada tinggi dengan ciri khas genre musik dalam lagunya yakni pop-dangdut-remix yang tidak meninggalkan nilai genre daerah lokal Jambi. Sampai saat ini tembang-tembang mereka tidak pernah pudar dikalangan masyarakat jambi, lagu mereka yang lebih terenal dan hist adalah “Suap Tagantung” dan “Mintuo Benci”.