Digitalisasi Musik Daerah Jambi
Sebenarnya musik asli daerah atau musik tradisional merupakan ciri khas yang seharusnya peran pemerintah dalam melestrikan dan mempertahankan musik tersebut harus benar-benar konsiten, dikarenakan dengan ciri khas musik tersebut, melekat pada identitas daerah itu sendiri, seperti musik lokal melayu jambi, memiliki ciri khas khusus secara arrasementalnya, lantunan musiknya, alat musik yang digunakan, dan lain-lain.
Dewasa ini, perkembangan musik daerah di era digital khusunya daerah jambi saat ini jauh bertransformasi ke musik modern, jarang sekali kita temukan para player menggunakan alat musik tradisonal, seperti biola, klintang, gendang, biola/piul, ketuk, gambus, accordion. Sehingga generasi muda lebih cenderung mendengarkan genre musik daerah yang kekinian yang beranggapan bahwa musik dan alat musik tradsional itu kuno atau jadul.
Sebenarnya, musik tradisional dengan keanekaragaman budayanya, merupakan salah satu warisan tak ternilai harganya dimata dunia. Telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu, bahkan dari generasi ke generasi. Sayangnya, di tengah perkembangan zaman digital dan derasnya arus globalisasi, musik tradisional semakin terpinggirkan oleh genre-genre musik populer yang lebih modern dan mendominasi pasar bertransformasi melalui pemanfaatan media sosial, arrasement kolaborasi dan platform digital sehingga lebih mudah dan cepat dikenal.
Era Digital Peluang Bukan Tantangan
Namun, di era digital saat ini, muncul peluang baru untuk melestarikan dan mempopulerkan musik tradisional seperti musik melayu jambi, terutama melalui penggunaan teknologi digital, platform streaming dan sosial media. Sebenarnya musik daerah tidak lagi dianggap kuno karena banyak musisi memadukan musik daerah dengan teknologi dan alat musik modern seperti: drum, gitar elektrik, piano atau keyboard elektrik dan bahkan lebih banyak kita temukan menggunakan orgen tunggal, dikarenakan style musik daerah bisa didapatkan dan dimainkan disemua jenis keybord atau piano elektrik, seperti Yahama PSR-S, Yamaha PSR-X, Korg, Roland dan kerboard Casio.
Proses belajar memainkan atau memproduksi musik daerah kini bergeser ke ranah digital melalui belajar online dan perangkat digital lainnya. Musisi daerah dan mahasiswa dengan jurusan seni musik lebih cenderung untuk melakukan digitalisasi instrumen musik daerah agar lebih mudah diolah dalam memproduksi musik modern.

